2013/10/23

pilihan hatikah?

Manusia hanya berencana, Allah yang menentukan.

Waktu semakin cepat berlalu. Tak terasa, hanya dengan hitungan bulan, saya sudah meninggalkan Sekolah Menengah Atas.

Mungkin seharusnya kami -- khususnya kelas 3 -- sudah menentukan pilihan apa yang akan dituju.
Tapi tidak sedikit dari kami yang masih galau menentukan pilihan jurusan maupun PTN.

Perguruan Tinggi Negeri. Siapa yang tidak punya mimpi untuk bisa mendapatkan bangku disana, memakai almamaternya, meneriakan hymne-nya, dan wisuda disana. Sebagian orang, dreamed of it. But some of them are still dreaming when others are wake up to make their dream comes true. - rizkydea

Ya, saya pikir saya sedang membodohi diri saya sendiri. kenapa? Karena saya masih memikirkan waktu untuk bermain. Berat rasanya untuk mengorbankan kesenangan pribadi dibandingkan dengan harus duduk manis dan mengerjakan soal-soal spmb yang membuat saya ingin muntah.

Dokter?
Serius?
Sanggupkah?
Mampukah?
Pilihan hatikah?


Entah, saya juga gak tau kenapa saya pengen jadi dokter. Tidak, ini bukan kehendak orangtua maupun  paksaan dari oknum manapun. Ini pilihan saya seorang. Mungkin, karena saya-selalu-kagum-ketika-melihat-doktermuda dirumah sakit. Tapi yang paling terpenting adalah, saya pengen banggain mamah. Walaupun sebenernya tanpa saya jadi dokterpun -- asal sukses -- mamah pasti bangga, tapi entah saya ingin melihat mamah tersenyum bangga melihat anak pertama dan terakhirnya ini diterima di fakultas kedokteran.


Akhir-akhir ini saya rajin 'mencari' motivasi. Motivasi dari mentor maupun kakak-kakak alumni.
Apa yang saya dapat?
Relakan waktu liburan untuk belajar
karna..
Waktu saya hanya sedikit lagi
Waktu saya hanya sebentar lagi
Dan yang terutama adalah selalu memohon sama Allah dan selalu menjaga kesehatan tentunya.



Apa rencana saya?
Menjadi dokter.
Harus tahan melihat darah dan organ tubuh internal
Harus punya keinginan buat bantu orang kapan saja dan dimana saja
Harus siap membantu orang tanpa pamrih
Dan yang terpenting, harus punya kemampuan analisis yang cukup tajam untuk mengasah kemampuan diiagnostik.


Saya hanya berencana, Allah yang akan menentukan.
Wallahualam Bissawab

0 komentar:

Posting Komentar